Sekitar bulan Juli 2014, saya melihat lowongan pekerjaan di Tribun yang saat itu membutuhkan wartawan dengan ketentuan S1 semua jurusan. Tanpa pikir panjang, saya mengirimkan CV melalui email dan mengirim berkas lamaran ke kantor Tribun . Saya memasukkan lamaran sekitar bulan Juli dan menunggu hampir 3 bulan lamanya.

Suatu saat, saya membuka kaskus dan ternyata Tribun juga membuka lowongan yang sama di salah satu thread kaskus. 
Tanpa pikir panjang, saya dengan PeDe nya,, 😁😁😁 mengirim lowongan kembali di sesuai email yang dicantumkan di kaskus dan membalas komentar di thread tersebut.

Tiba – tiba esok harinya, saya mendapat telepon untuk interview 3 hari ke depan, tentu saja saya kaget, karena baru kemarin saya mengirim email ke pihak tribun via thread kaskus. Saya pikir mungkin ini berkah saya “ngaskus” selama ini.  😁

Pada interview pertama, saya diminta mengisi seluruh biodata lengkap dengan beberapa pertanyaan uraian yang harus saya jabarkan. Saya ingat, ada beberapa orang yang dipanggil pada hari itu dan salah satunya dari jurusan FISIPOL salah satu universitas ternama di Semarang. Jelas.... saya langsung "hopeless" merasa tidak ada harapan... untuk diterima karena saya tidak berasal dari jurusan yang sejalur dengan bidang jurnalistik 😅

Setelah mengumpulkan berkas, dilanjutkan dengan tahap psikotest, tes pengetahuan umum dan ada tes bidang. Waktu itu tes bidang yang diberikan adalah tes bahasa inggris. Sesudah psikotest awal, saya menunggu sekitar beberapa hari dan ternyata saya lolos ke tahap interview. Jujur, saya grogi dan bingung apa yang akan ditanyakan dan berpikiran mungkin yang akan menginterview adalah tim HRD tetapi,

ternyata saya salah 😄😄😄😁😁😁 karena yang menginterview saya adalah pemimpin redaksi.

Saya diberikan pertanyaan tentang isu – isu yang ada di masyarakat dan bagaimana saya menanggapi hal tersebut. Interview ini berjalan menyenangkan walaupun tetap agak menakutkan bagi saya. Saya menjawab beberapa pertanyaan dengan tenang.

Setelah interview pertama, saya menunggu kembali selama beberapa hari dan kemudian dipanggil kembali untuk lanjut ke interview dengan HRD. Pada tahap ini, HRD menjelaskan tentang bagaimana sistem kerja di sana, negoisasi, dsb. Dan terakhir, saya interview dengan user dan tanda tangan kontrak.
 
Rasanya lega, karena sudah melewati tahap yang begitu panjang dan melelahkan batin dari awal memasukkan lamaran sampai saya diterima.

Menyenangkan, setelah masuk dan menjadi karyawan, yang terpenting harus belajar untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Lingkungan kerja yang menyenangkan dengan orang - orang yang juga fleksibel.

Sayangnya, karena sesuatu hal, saya harus memutuskan berhenti dari tempat tersebut setelah hampir 1.5 bulan bergabung di sana. 

Sebenarnya saya merasa berat hati harus berhenti dari pekerjaan ini dan memilih untuk menjalani sesuatu yang memang harus saya lakukan saat itu tetapi, saya juga bersyukur karena sempat diterima dan belajar. Setidaknya saya berhasil membuktikan kepada orang tua bahwa bisa diterima di salah satu perusahaan yang saya inginkan dan mendapat pengalaman yang bisa menjadi cerita di masa nanti.